Pages

Pages

.

Profil Gereja

Paroki Cilacap dengan Santo Pelindung Santo Stephanus dapat anda lihat profil Paroki St. Stepahnus disini

Profil Dewan Pastoral Paroki

Dewan Pastoral yang dilantik tanggal 4 Desember 2011 oleh Mgr. Julianus Sunarka, SJ. Disini kiprah pengurus Dewan Pastoral Paroki akan di ulas, silakan klik disini

Dinamika Paroki

Paroki Cilacap terdiri dari 15 Lingkungan dan 4 Stasi. Juga banyak kategorial di Paroki St. Stephanus sebagai bentuk Iman Umat. Dari sini kita dapat melihat dinamika Paroki semakin hidup dengan kegiatan-kegiatan dari umat parokii cilacap.

Artikel

Berisi tentang artikel-artikel Rohani untuk menambah Iman katolik kita

Kirim Artikel

Website Paroki St. Stephanus Cilacap ini akan semakin maju dan dapat menjadi sumber inspirasi umat dan juga bisa menjadi arsip Paroki secara online yang dapat di baca oleh semua umat, karna itu kami mengajak umat atau kategorial dapat terlibat dengan mengisi artikel dengan klik disini.

PENGENALAN PERALATAN MISA


Setiap kali kita ke gereja dan mengikuti misa, ada pemandangan rutin yang selalu kita lihat, yaitu aktivitas Imam di altar yang dibantu oleh para misdinar. Dalam melakuakan aktivitasnnya selama memimpin Ekaristi, begitu banyak peralatan dan perlengkapan yang dilibatkan (perlatan dan perlengkapan misa). Bagi kita yang pernah atau masih menjadi misdinar, peralatan misa ini tentunya sudah begitu akrab dan paling tidak kita tahu nama-namanya. Namun tidak sedikit juga diantara kita yang tidak tahu bahkan masih bingung dengan nama serta keguanaan dari peralatan tersebut. Untuk itu dalam posting kali ini, saatnya kita berbagi soal peralatan misa satu persatu sekalian dengan gambar agar lebih jelas. 
PIALA (CALIX)

PIALA (calix = cawan)
Piala adalah cawan yang menjadi tempat anggur untuk dikonsekrasikan, dimana sesudah konsekrasi menjadi tempat untuk Darah Mahasuci Kristus. Melihat fungsinya, maka Piala harus dibuat dari logam mulia. Piala melambangkan cawan yang dipergunakan Tuhan kita pada Perjamuan Malam Terakhir di mana Ia untuk pertama kalinya mempersembahkan Darah-Nya. Piala melambangkan cawan Sengsara Kristus (“Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku,” Mrk 14:36); dan yang terakhir, piala melambangkan Hati Yesus, dari mana mengalirlah Darah-Nya demi penebusan kita.

PURIFIKATORIUM
PURIFIKATORIUM
berasal dari bahasa Latin “purificatorium”, yaitu sehelai kain lenan berwarna putih berbentuk segi empat untuk membersihkan piala, sibori dan patena. Sesudah dipergunakan, purifikatorium dilipat tiga memanjang lalu diletakkan di atas piala.

PATENA
PATENA
berasal dari bahasa Latin yang artinya “piring”. Patena, yang sekarang berbentuk bundar,datar, dan dirancang untuk roti pemimpin Perayaan Ekaristi, aslinya sungguh sebuah piring. Dengan munculnya roti-roti kecil yang dibuat khusus untuk umat yang biasanya disimpan dalam sibori, fungsi dari patena sebagai piring menghilang. Maka bentuknya menjadi lebih kecil (Sejak abad 11). Menurut PUMR 2000, "untuk konsekrasi hosti, sebaiknya digunakan patena yang besar, di mana ditampung hosti, baik untuk imamdan diakon, maupun untuk para pelayan dan umat (No. 331). Patena, hendaknya dibuat serasi dengan pialanya, dari bahan yang sama dengan piala, yaitu dari emas atau setidak-tidaknya disepuh emas. Patena diletakkan di atas purifikatorium.

PALLA
PALLA
berasal dari bahasa Latin palla corporalis yang berarti kain untukTubuh Tuhan, adalah kain lenan putih yang keras dan kaku seperti papan, berbentuk bujursangkar, dipergunakan untuk menutup piala. Palla melambangkan batu makam yang digulingkan para prajurit Romawi untuk menutup pintu masuk ke makam Yesus. Palla diletakkan di atas Patena.

CORPORALE
CORPORALE
Sehelai kain lenan putih berbentuk bujur sangkar dengan gambar salib kecil di tengahnya. Seringkali pinggiran korporale dihiasi dengan renda. Dalam perayaan Ekaristi, imam membentangkan korporale di atas altar sebagai alas untuk bejana-bejana suci roti dan anggur. Setelah selesai dipergunakan,korporale dilipat menjadi tiga memanjang, lalu dilipat menjadi tiga lagi dari samping dan ditempatkan di atas Palla. Urutan aturan menyusun peralatan-peralatan tersebut di atas adalah sebagai berikut : Piala Purifikatorium+sendok kecil Patena (dengan hosti besar diatasnya) Pala Corporal

SIBORI
SIBORI
berasal dari bahasa Latin “cyborium” yang berarti “piala dari logam”,adalah bejana serupa piala, tetapi dengan tutup di atasnya. Siboriadalah wadah untuk roti-roti kecil yang akan dibagikan dalam Komunikepada umat beriman. Sibori dibuat dari logam mulia, bagian dalamnyabiasa dibuat dari emas atau disepuh emas. 

PIKSIS
PIKSIS 
berasal dari bahasa Latin “pyx” yang berarti “kotak”, adalah sebuahwadah kecil berbentuk bundar dengan engsel penutup, serupa wadah jamkuno. Piksis biasanya dibuat dari emas. Piksis dipergunakan untukmenyimpan Sakramen Mahakudus, yang akan dihantarkan kepada mereka yangsakit, atau yang akan ditahtakan dalam kebaktian kepada Sakramen Mahakudus.

MONSTRANS
MONSTRANS
berasal dari bahasa Latin “monstrans, monstrare” yang berarti“mempertontonkan”, adalah bejana suci tempat Sakramen Mahakudusditahtakan atau dibawa dalam prosesi. 

AMPUL
AMPUL
adalah dua bejana yang dibuat dari kaca atau logam, bentuknya seperti buyung kecil dengan tutup di atasnya. Ampul adalah bejana-bejana darimana imam atau diakon menuangkan air dan anggur ke dalam piala. Selaluada dua ampul di atas meja kredens dalam setiap Misa.

 
LAVABO
LAVABO
berasal dari bahasa Latin “lavare” yang berarti “membasuh”, adalah bejana berbentuk seperti buyung kecil, atau dapat juga berupa mangkuk,tempat menampung air bersih yang dipergunakan imam untuk membasuh tangan sesudah persiapan persembahan. Sebuah lap biasanya menyertai lavabo untuk dipergunakan mengeringkan tangan imam.


TURIBULUM
TURIBULUM (disebut juga Pedupaan/wiruk),
berasal dari bahasa Latin “thuris” yang berarti “dupa”, adalah bejana di mana dupa dibakar untuk pendupaan liturgis. Turibulum terdiri dari suatu badan dari logam dengan tutupterpisah yang menudungi suatu wadah untuk arang dan dupa; turibulumdibawa dan diayun-ayunkan dengan tiga rantai yang dipasang padabadannya, sementara rantai keempat digunakan untuk menggerak-gerakkantutupnya. Pada turibulum dipasang bara api, lalu di atasnya ditaburkanserbuk dupa sehingga asap dupa membubung dan menyebarkan bau harum.Dupa adalah harum-haruman yang dibakar pada kesempatan-kesempatanistimewa, seperti pada Misa yang meriah dan Pujian kepada Sakramen Mahakudus.

NAVIKULA
 NAVIKULA (disebut juga Wadah Dupa)
adalah bejana tempat menyimpan serbuk dupa. Dupa adalah getah yang harum dan rempah-rempah yang diambil daritanam-tanaman, biasanya dibakar dengan campuran tambahan gunamenjadikan asapnya lebih tebal dan aromanya lebih harum. Asap dupa yangdibakar naik ke atas melambangkan naiknya doa-doa umat beriman kepadaTuhan. Ada pada kita catatan mengenai penggunaan dupa bahkan sejak awalkisah Perjanjian Lama. Secara simbolis dupa melambangkan semangat umatKristiani yang berkobar-kobar, harum mewangi keutamaan-keutamaan dannaiknya doa-doa dan perbuatan-perbuatan baik kepada Tuhan.

 
ASPERGILUM

ASPERGILUM
berasal dari bahasa Latin “aspergere” yang berarti “mereciki”, adalahsebatang tongkat pendek, di ujungnya terdapat sebuah bola logam yangberlubang-lubang, dipergunakan untuk merecikkan air suci pada orangatau benda dalam Asperges dan pemberkatan. Bejana Air Suci adalah wadahyang dipergunakan untuk menampung air suci; ke dalamnya aspergilumdicelupkan.

SACRAMENTARIUM
SACRAMENTARIUM atau Buku Misa
adalah buku pegangan imam pada waktu memimpin perayaan Ekaristi, berisi doa-doa dan tata perayaan Ekaristi


Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
 

DOA ROSARIO UNTUK IMAM

Berikut ini adalah doa rosario (Peristiwa gembira, sedih, dan mulia) untuk mendoakan para imam, yang dikarang oleh almarhum John J. Cardinal Carberry, dari St. Louis, Amerika Serikat. Pada waktu beliau menyusun doa ini belum ada renungan Peristiwa Terang. Peristiwa Terang ditambahkan oleh katolisitas.org.

PERISTIWA-PERISTIWA GEMBIRA

1. Maria menerima kabar gembira

Malaikat Gabriel memberitakan kabar gembira kepada Perawan Maria, bahwa ia akan menjadi Bunda Allah, Sang Sabda yang menjadi manusia. Untuk berabad-abad sesudahnya, Yesus akan menjadi daging di dalam setiap perayaan Ekaristi untuk menjadi santapan rohani bagi kita di dalam kesatuan yang erat dengan Dia.
Doa:
Kami berdoa untuk para imam, yang setiap hari, melalui perkataan konsekrasi dalam Misa Kudus dan melalui Komuni Kudus, memberikan kepada kami Tubuh dan Darah Kristus. Kami berdoa untuk semua orang yang akan menjadi imam di masa mendatang, yang sekarang masih berada di dalam rahim ibu mereka. Agar mereka diselamatkan dari gangguan fisik dan spiritual, dan dapat mencapai Pentahbisan seperti yang Tuhan rencanakan. Kami berdoa untuk para imam di generasi mendatang. Kami berdoa agar semua imam menghargai karunia hidup selibat.

2. Maria mengunjungi Elisabeth saudaranya

Maria mengunjungi saudara sepupunya, Elisabeth, yang mengenali Maria sebagai tabernakel yang hidup bagi  Allah yang Ilahi.
Doa:
Kami berdoa terutama bagi para imam yang membawa Komuni kudus kepada para orang sakit, mereka yang tidak dapat berjalan, dan Viaticum (komuni terakhir) kepada orang-orang yang mendekati ajal. Kami berdoa untuk semua imam yang melayani orang -orang sakit agar para imam tersebut dapat memberi penghiburan, nasehat dan menguatkan mereka yang menderita.

3. Yesus dilahirkan di kandang Betlehem

Yesus dilahirkan di Betlehem. Para malaikat mengumumkan kelahiran-Nya, para majus dan gembala datang dan menyembah-Nya.
Doa:
Kami berdoa agar semua calon imam bertumbuh di dalam pengetahuan dan kasih akan Allah, agar dapat menjadi para imam yang kudus. Kami berdoa terutama untuk mereka yang segera akan ditahbiskan, agar mereka tetap setia sepanjang hidup mereka terhadap hak istimewa untuk “menjadi Kristus” – in persona Christi– yang hadir di tengah kami. Kami berdoa agar semua orang dapat menghargai Perayaan Ekaristi dan Imamat kudus sebagai karunia Tuhan yang terbesar. Kami berdoa agar setiap imam dapat menganggap dirinya,sebagai anggota Keluarga Kudus, seorang putera sejati dari Bunda Maria dan St. Yosef dan saudara dari Kristus, Sang Imam Agung.

4. Yesus dipersembahkan di Bait Allah

Bunda Maria dan St, Yosef, dengan ketaatan kepada hukum Taurat membawa Yesus ke Bait Allah, untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Simeon bersyukur kepada Allah yang menyatakan Sang Mesias, kepadanya sebelum ia wafat.
Doa:
Kami berterima kasih kepada Tuhan untuk semua imam yang seperti Simeon, telah bertahun-tahun memberikan pelayanan kepada kami, umat Allah. Kami berdoa agar mereka dapat menerima penghargaan dari Tuhan atas kemurahan hati mereka dan kerelaan mereka berkorban. Kami juga berdoa untuk semua imam yang hatinya dipenuhi perasaan kesepian, depresi, dan ditolak oleh orang lain.

5. Yesus diketemukan di Bait Allah

Yesus diketemukan di antara para guru di bait Allah, Dia kembali ke rumah dan taat kepada Bunda Maria dan St. Yosef.
Doa:
Kami berdoa agar para imam akan selalu ditemukan berada dalam pengurusan perkara-perkara Allah, dan akan selalu taat kepada pengajaran Magisterium Gereja, Bapa Paus dan para uskup dalam persekutuan dengan beliau. Kami berdoa untuk semua imam muda agar kasih dan dedikasi yang mereka alami di tahun-tahun awal imamat mereka dapat selalu bertumbuh seiring dengan waktu. Kami berdoa untuk semua imam yang mengajar tentang iman Katolik kepada anak-anak, kaum muda maupun orang dewasa.

PERISTIWA-PERISTIWA SEDIH

1. Yesus berdoa di Taman Getsemani

Para rasul tertidur; Yesus menitikkan darah saat merenungkan Kisah sengsara dan kematian-Nya; para malaikat datang menghibur-Nya.
Doa:
Kami berdoa agar semua imam yang menderita dan yang berada di jalan salib ke Golgotha dapat dihibur dengan kehadiran Tuhan; mereka yang telah mengkhianati atau yang menolak imannya karena kelemahan mereka, dapat bertobat dan kembali kepada kehangatan kasih Allah. Kami berdoa agar semua imam dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah, seperti yang selalu dilakukan oleh Yesus.

2. Yesus didera

Yesus didera dengan kejam dan dipukuli oleh para prajurit.
Doa: Kami berdoa untuk para imam yang dianiaya baik secara fisik maupun mental, mereka yang dipenjarakan atau yang dilarang untuk mempersembahkan Misa kudus atau menerima Komuni kudus. Kami berdoa untuk para imam yang hidup bi bawah tekanan pemerintahan Komunis.

3. Yesus dimahkotai duri

Yesus diolok-olok sebagai raja dan kepala-Nya yang mulia ditembusi oleh duri-duri yang tajam.
Doa:
Kami berdoa untuk para imam yang menderita karena mempertahankan pengajaran Katolik yang otentik. Kami berdoa agar para Uskup akan selalu mempertahankan kebenaran ajaran-ajaran Gereja Katolik dan menolak godaan-godaan untuk meng-kompromi-kan doktrin dalam menghadapi tekanan-tekanan budaya dan sosial.

4. Yesus memanggul salib-Nya ke Golgotha

Memar, berdarah, dan lelah, Yesus memaksa Diri-Nya untuk memanggul salib-Nya ke bukit Golgotha.
Doa:
Kami berdoa untuk semua imam yang sedang memanggul salib yang berat; mereka yang lemah, sendirian, atau yang sedang terjatuh dari keadaan rahmat Tuhan, karena sesuatu hal. Kami berdoa untuk Bapa Paus, yang mungkin menanggung salib yang terberat; dengan adanya penganiayaan dan upaya menghapuskan Gereja, baik yang terjadi di dalam maupun di luar Gereja.

5. Yesus wafat di salib

Yesus menumpahkan titik darah-Nya yang terakhir untuk membebaskan kita dari dosa dan maut.
Doa:
Kami berdoa untuk semua imam yang sedang menghadapi ajal dan yang akan meninggal hari ini. Kami berdoa untuk mereka yang haus akan keselamatan jiwa-jiwa. Kami berdoa agar pengorbanan yang mereka lakukan akan menyempurnakan rencana Allah untuk keselamatan seluruh dunia. Kami berdoa agar para imam membawa Bunda Maria ke dalam hati mereka, seperti Rasul Yohanes, salah seorang imam pertama, yang telah membawa Bunda Maria ke dalam rumahnya, dan menjadikannya sebagai ibunya.

PERISTIWA-PERISTIWA MULIA

1. Yesus bangkit dari mati

Yesus bangkit dari antara orang-orang mati dan menampakkan diri kepada para rasul.
Doa:
Seringkali, para imam dapat menderita, tertekan dan berputus asa ketika melihat hasil yang sangat sedikit dari jerih payah mereka. Kami berdoa agar para imam akan mengingat bahwa salib selalu diikuti oleh kebangkitan; kegelapan selalu diikuti oleh terang. Kami berdoa agar semua imam dapat mengambil bagian dalam suka cita kebangkitan Kristus.

2. Yesus naik ke surga

Yesus memerintahkan para rasul-Nya dan kembali kepada Bapa-Nya di surga.
Doa:
Kami berdoa agar para imam dapat menjalankan tugas mereka untuk mewartakan Kabar Gembira ke seluruh dunia, mengajar dan membaptis jiwa-jiwa yang tak terhitung banyaknya. Kami berdoa untuk para missionaris yang hidup di dalam kemiskinan yang sangat dan dalam kesulitan untuk membawa Injil kepada seluruh bangsa.

3. Roh Kudus turun atas para rasul

Roh Kudus turun ke atas para rasul, yang berkumpul bersama dengan Bunda Maria.
Doa:
Kami berdoa bahwa para imam dapat selalu terbuka kepada karunia Roh Kudus yang menguatkan mereka untuk tugas membawa banyak jiwa kepada Tuhan dan Tuhan kepada jiwa-jiwa. Kami berdoa agar mereka dapat berkerja dengan semangat menyala-nyala untuk menuntun orang-orang kepada pertobatan, terutama mereka yang mengeraskan hatinya. Semoga mereka dapat membawa kasih Allah kepada seluruh dunia.

4. Bunda Maria diangkat ke surga

Bunda Maria diangkat ke surga, tubuh dan jiwa. Ketika di dunia, ia mengasihi dan mendoakan para rasul, yaitu para imam pertama.
Doa:
Kami berdoa agar para imam dapat mengasihi Bunda Maria dan menemukan di dalamnya kasih dan penghiburan dari seorang ibu, pendoa syafaat yang terbesar di antara semua Orang Kudus; dan tempat perlindungan yang pasti terhadap gangguan Iblis dan para pengikutnya yang ingin menghancurkan imam dan imamatnya yang kudus.

5. Bunda Maria dimahkotai di surga

Bunda Maria dimahkotai di surga sebagai Ratu Surga dan bumi. Ia diberi penghargaan oleh Tuhan karena kesetiaannya kepada Tuhan.
Doa:
Kami berdoa agar Bunda Maria, Ratu para iamam, menjadi teladan dalam hal iman dan suka cita, di mana sebuah mahkota, yang dihiasi dengan sejumlah jiwa yang telah dipercayakan kepadanya pada hari Pentahbisannya, akan menjadi penghargaan mereka untuk pelayanan yang setia dan penuh kasih.

PERISTIWA-PERISTIWA TERANG

1. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis

Walaupun tidak berdosa, Yesus merendahkan diri-Nya untuk dibaptis, agar memberi contoh kepada kita bagaimana kita dapat dilahirkan kembali oleh air dan Roh, yaitu jika kita mati terhadap dosa dan bangkit dan hidup bersama Dia.
Doa:
Kami berdoa bagi semua imam yang mengajar persiapan Baptis, agar pengajaran mereka dapat berperan dalam pertumbuhan iman para katekumen. Kami juga berdoa agar para imam dapat menjadi teladan bagi umat, tentang bagaimana kami dapat mati terhadap dosa, dan bangkit dan hidup baru bersama Kristus, dan dengan setia hidup sesuai dengan janji baptis kami.

2. Yesus membuat mukjizat yang pertama di Kana

Yesus mengadakan mukjizat pertama di perkawinan di Kana, sebagai tanda pengudusan hubungan suami istri dan penyertaan-Nya pada setiap keluarga.
Doa:
Kami berdoa bagi para imam, semoga mereka dapat mengikuti teladan Kristus yang mengasihi Gereja sebagai Mempelai-Nya. Semoga para imam dapat menghayati panggilan mereka untuk menguduskan umat beriman, sebagaimana Kristus menguduskan Gereja sebagai Tubuh-Nya. Kami berdoa pula bagi para imam yang bertugas mendampingi pasangan suami istri ataupun yang mengajar persiapan perkawinan, agar melalui pengabdian para imam, kami dapat melihat teladan kasih yang memberikan diri seperti Kristus memberikan nyawa-Nya bagi kami semua.

3. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah dan mengajarkan pertobatan

Yesus mengajarkan Kabar Gembira Kerajaan Allah dan pertobatan agar manusia dapat masuk dalam rencana keselamatan Allah.
Doa:
Kami berdoa bagi para imam, agar mereka dapat mewartakan Injil dengan semangat kasih yang berkobar, baik dalam homili, khotbah atupun renungan yang mereka bawakan. Biarlah mereka mengalami kasih-Mu yang melimpah dan kobarkanlah kasih mereka kepada-Mu, agar mereka dapat menyampaikan kasih-Mu itu kepada kami. Pimpinlah secara khusus dengan Roh-Mu, para imam yang memberikan sakramen Pengampunan dosa. Jadikan mereka pendengar yang baik, namun juga penasehat yang bijak dalam sakramen yang penuh rahmat itu.

4. Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor

Yesus dimuliakan di atas gunung Tabor, dan para rasul-Nya melihat kemuliaan-Nya bersama Nabi Musa dan Elia.
Doa:
Kami berdoa bagi para imam agar selalu memuliakan Kristus dalam setiap tindakan mereka. Kami berdoa bagi para imam yang sedang memulai pelayanan mereka di suatu daerah yang baru, agar Roh Kudus-Mu menyertai dan memberkati usaha mereka. Kami berdoa agar pada akhirnya nanti, Engkau berkenan mengizinkan para imam mengambil bagian dalam kemuliaan-Mu di surga, atas segala pengabdian dan kasih yang mereka berikan kepada kami di dunia.

5. Yesus menginstitusikan Ekaristi

Yesus menyatakan kasih-Nya dan memberikan perintah agar para murid-Nya mengenang-Nya dalam kurban Tubuh dan Darah-Nya dalam perayaan Ekaristi.
Doa:
Kami berdoa bagi semua imam, yang setiap harinya mempersembahkan Ekaristi. Berkatilah dan kuduskanlah tangan-tangan mereka yang setiap harinya menyentuh Tubuh dan Darah Kristus. Kuduskanlah hati dan pikiran para imam-Mu, ya Tuhan, agar sungguh-sungguh di dalam mereka hadirlah Engkau, ‘Kristus': in persona Christi. Tumbuhkanlah rasa syukur dalam diri setiap imam akan peran istimewa mereka untuk membawa kami kepada Kristus, dan Kristus kepada kami. Dan ajarilah kami untuk selalu bersyukur, karena melalui para imam, kami dapat menyambut Engkau dalam Ekaristi.

Doa penutup:

DOA UNTUK PARA IMAM:

O Yesus, Imam Agung kami, dengarkanlah doaku yang sederhana ini, yang kunaikkan demi para imam-Mu. Berikanlah kepada mereka iman yang dalam, pengharapan yang nyata dan teguh, dan kasih yang menyala-nyala, yang terus bertumbuh di sepanjang waktu kehidupan imamat mereka.
Di dalam kesepian, hiburlah mereka. Di dalam kesedihan, kuatkanlah mereka. Di dalam keputus asaan, tunjukkanlah kepada mereka bahwa melalui penderitaan-lah jiwa dimurnikan, dan tunjukkanlah kepada mereka bahwa mereka sangat diperlukan oleh Gereja. Mereka sangat dibutuhkan oleh jiwa-jiwa, mereka sangat dibutuhkan untuk kelangsungan rencana keselamatan.
O, Bunda Maria yang penuh kasih, Bunda para imam, bawalah ke hati-mu para puteramu yang dekat denganmu oleh karena Pentahbisan, dan oleh karena kuasa yang diberikan kepada mereka untuk melanjutkan karya Kristus di dunia yang sangat membutuhkan mereka. Jadilah bagi mereka suka cita, kekuatan, dan secara khusus, bantulah mereka untuk hidup dan mempertahankan kesempurnaan kehidupan selibat yang dikuduskan Allah.
Amin


Sumber : www.katolisitas.org

WARTA PAROKI (MINGGU BIASA XII)

PELANTIKAN KETUA LINGKUNGAN

Pelantikan Ketua Lingkungan yang baru dilaksanakan pada hari Minggu,


























HIRARKI GEREJA

HIRARKI GEREJA


Hirarki (Bahasa Yunani: hierarchia (ἱεραρχία), dari hierarches, "pemimpin ritus suci, imam agung") adalah suatu susunan hal (objek, nama, nilai, kategori, dan sebagainya) di mana hal-hal tersebut dikemukakan sebagai berada di "atas," "bawah," atau "pada tingkat yang sama" dengan yang lainnya. Secara abstrak, sebuah hirarki adalah sebuah kumpulan yang disusun.

OTORITAS TERTINGGI GEREJA
PAUS DAN KOLEGIUM PARA USKUP
Sebagaimana, menurut penetapan Tuhan, Santo Petrus dan Rasul-rasul lainnya membentuk satu Kolegium, demikian pula Uskup Roma, pengganti Petrus, dan para Uskup, pengganti para Rasul, dipersatukan di antara mereka

PAUS
Uskup Gereja Roma, yang mewarisi secara tetap tugas yang diberikan oleh Tuhan hanya kepada Petrus, yang pertama di antara para rasul, dan harus diteruskan kepada para penggantinya, adalah kepala Kolegium para Uskup, Wakil Kristus dan Gembala Gereja universal di dunia ini; karena itu berdasarkan tugasnya dalam Gereja ia mempunyai kuasa berdasar jabatan, tertinggi, penuh, langsung dan universal yang selalu dapat dijalankannya dengan bebas.

KOLEGIUM PARA USKUP
Kolegium para Uskup yang dikepalai Paus dan beranggota-kan para Uskup berdasarkan tahbisan sakramental dan persekutuan hirarkis dengan kepala dan para anggota, dan di mana senantiasa menetap badan apostolik, bersama dengan kepalanya, dan tak pernah tanpa kepala itu, adalah juga subyek kuasa tertinggi dan penuh dalam seluruh Gereja.

SINODE PARA USKUP 
Sinode para Uskup ialah himpunan para Uskup yang dipilih dari pelbagai kawasan dunia yang pada waktu-waktu yang ditetapkan berkumpul untuk membina hubungan erat antara Paus dan para Uskup, dan untuk membantu Paus dengan nasihat-nasihat guna memelihara keutuhan dan perkembangan iman serta moral, guna menjaga dan meneguhkan disiplin gerejawi, dan juga mempertimbangkan masalah-masalah yang menyangkut karya Gereja di dunia

PARA KARDINAL GEREJA ROMA
Para Kardinal Gereja Romawi Kudus membentuk Kolegium khusus yang berwenang menyelenggarakan pemilihan Paus menurut norma hukum khusus; selain itu para Kardinal membantu Paus, baik dengan bertindak secara kolegial, bila dipanggil berkumpul untuk membahas masalah-masalah yang sangat penting, maupun sendiri-sendiri yakni dengan aneka jabatan yang mereka emban, membantu Paus terutama dalam reksa harian seluruh Gereja


KURIA ROMA
Kuria Roma, yang biasanya membantu Paus dalam menyelenggarakan urusan-urusan Gereja seluruhnya dan yang atas namanya dan dengan kuasanya memenuhi tugas demi kesejahteraan dan pelayanan Gereja-gereja, terdiri dari Sekretariat Negara atau Kepausan, Dewan Urusan Umum Gereja, Kongregasi-kongregasi, Pengadilan-pengadilan, dan Lembaga-lembaga lainnya yang susunan serta kompetensinya dirumuskan dalam undang-undang khusus.
PARA DUTA PAUS
Paus mempunyai hak asli (ius nativum) dan independen untuk mengangkat dan mengutus Duta-dutanya, baik ke Gereja-gereja partikular pada pelbagai bangsa atau di pelbagai kawasan, maupun sekaligus ke Negara-negara dan Otoritas-otoritas publik; demikian pula untuk memindahkan dan memanggil-kembali mereka, dengan tetap mengindahkan norma-norma hukum internasional yang menyangkut pengutusan dan pemanggilan-kembali para Duta pada Negara-negara.
SINODE KEUSKUPAN
Sinode keuskupan ialah himpunan imam-imam dan orang-orang beriman kristiani yang terpilih dari Gereja partikular, untuk membantu Uskup diosesan demi kesejahteraan seluruh komunitas diosesan
KURIA DIOSESAN
Kuria diosesan terdiri dari lembaga-lembaga dan orang-orang yang membantu Uskup dalam memimpin seluruh keuskupan, terutama dalam mengarahkan karya pastoral, melaksanakan administrasi keuskupan dan juga dalam menjalankan kuasa yudisial.
VIKARIS JENDERAL
Di setiap keuskupan haruslah diangkat oleh Uskup diosesan seorang Vikaris jenderal, yang diberi kuasa berdasar jabatan untuk membantu Uskup memimpin seluruh keuskupan.
VIKARIS EPISKOPAL
Setiap kali kepemimpinan yang benar atas keuskupan membutuhkannya, Uskup diosesan dapat juga mengangkat seorang atau beberapa Vikaris episkopal yang, di bagian tertentu keuskupan atau dalam bidang tertentu atau untuk kaum beriman ritus tertentu atau kelompok orang-orang tertentu, mempunyai kuasa berdasarkan jabatan
KANSELIR
Dalam setiap kuria hendaknya diangkat seorang kanselir yang tugas utamanya, kecuali ditentukan lain oleh hukum partikular, ialah mengusahakan agar akta kuria diatur dan dibuat siap, serta dipelihara dalam arsip kuria.
Jika dianggap perlu, kanselir dapat diberi pembantu yang hendaknya disebut wakil kanselir.
Kanselir dan wakil kanselir sekaligus adalah notarius dan sekretaris kuria.

NOTARIUS
Selain kanselir, dapat diangkat notarius-notarius lain, yang tulisan atau tandatangannya memberi otentisitas publik, baik pada setiap akta atau hanya akta pengadilan, maupun hanya akta perkara atau urusan tertentu.
Kanselir dan para notarius harus mempunyai nama baik dan dapat dipercaya; dalam perkara-perkara yang dapat menyangkut nama baik seorang imam, notarius harus seorang imam.
DEWAN KEUANGAN
Di setiap keuskupan hendaknya dibentuk dewan keuangan yang diketuai oleh Uskup diosesan sendiri atau delegatusnya dan yang terdiri dari sekurang-kurangnya tiga orang beriman kristiani, yang sungguh ahli dalam hal ekonomi dan hukum sipil serta sungguh jujur; mereka diangkat oleh Uskup.
EKONOM
Di setiap keuskupan, hendaknya Uskup, setelah mende-ngarkan kolegium konsultor dan juga dewan keuangan, mengangkat seorang ekonom yang sungguh ahli di bidang ekonomi serta unggul dalam kejujuran.
DEWAN IMAM
Di setiap keuskupan hendaknya dibentuk dewan imam, yakni himpunan para imam yang, dengan mewakili presbiterium, hendaknya menjadi seperti senat Uskup, yang bertugas membantu Uskup dalam kepemimpinan keuskupan menurut norma hukum, agar kesejahteraan pastoral bagian dari umat Allah yang dipercayakan kepadanya dikembangkan sebaik-baiknya.
KOLEGIUM KONSULTOR
Dari antara para anggota dewan imam diangkat dengan bebas oleh Uskup diosesan beberapa imam, tidak kurang dari enam dan tidak lebih dari duabelas orang, untuk membentuk kolegium konsultor dengan jangka waktu lima tahun dengan tugas-tugas yang ditentukan hukum; namun, meskipun telah lewat lima tahun, kolegium konsultor tetap menjalankan tugas-tugasnya sampai terbentuk kolegium yang baru
DEWAN PASTORAL
Di setiap keuskupan, sejauh keadaan pastoral menganjurkan-nya, hendaknya dibentuk dewan pastoral, yang dibawah otoritas Uskup bertugas meneliti, mempertimbangkan hal-hal yang menyangkut karya-karya pastoral di keuskupan, dan mengajukan kesimpulan-kesimpulan praktis mengenai hal-hal tersebut
VICARIUS FORANEUS
Vicarius foraneus, yang juga disebut deken (decanus) atau imam agung (archipresbyter) atau dengan nama lain, ialah imam yang mengetuai suatu dekenat


PASTOR PAROKI
Pastor Paroki ialah gembala parokinya sendiri yang diserah-kan kepada dirinya dan menunaikan reksa pastoral jemaat yang diper-cayakan kepadanya dibawah otoritas Uskup diosesan yang dipanggil mengambil bagian dalam pelayanan Kristus, untuk menjalankan tugas-tugas mengajar, menguduskan dan memimpin bagi jemaat itu, dengan kerjasama juga dengan imam-imam lain atau diakon dan juga bantuan kaum beriman kristiani awam menurut norma hokum.
REKTOR GEREJA
Rektor gereja disini dimaksudkan imam yang diserahi reksa untuk merayakan ibadat dalam gereja yang bukan gereja paroki dan bukan gereja kapitel, dan tidak tergabung pada rumah komunitas religius atau serikat hidup kerasulan.
KAPELAN
Kapelan ialah imam yang secara tetap diserahi reksa pastoral, sekurang-kurangnya sebagian, terhadap suatu komunitas atau kelompok khusus kaum beriman kristiani; reksa pastoral itu harus dijalankan menurut norma hukum universal dan partikular.
AWAM KRISTIANI
Awam kristiani ialah mereka yang, karena melalui baptis diinkorporasi pada Kristus, dan karena itu mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus.
Bila kebutuhan Gereja memintanya karena kekurangan pelayan, awam, dapat menjalankan beberapa tugas, yakni melakukan pelayanan sabda, memimpin doa-doa liturgis, menerimakan baptis dan membagi Komuni Suci, menurut ketentuan-ketentuan hukum.